Friday, 18 December 2015

Rumah #1

#1

Rumahku selalu terbuka untuk siapapun. Siapa saja, kapan saja mau datang, silahkan. Tapi maaf-maaf saja keadaannya masih seperti ini. Jadi ya, kalau masuk kemudian tidak betah, siahkan keluar lagi, gapapa. Tapi, dengan cara yang kuharap cukup sopan sebagai seorang tamu. Aku tidak mempunyai banyak waktu luang. Mencoba menyibukkan diri membenahi rumah ini. Agar orang yang nanti datang di waktu dan kondisi yang tepat jadi nyaman dan tidak ingin keluar lagi. Biar nanti orang itu yang akan negembok rumah ini dari dalem, dan biarkan saja ia yang menyimpan kunci gemboknya. Dimana aja, terserah dia, aku tidak peduli. Yang penting aku percaya, dia ngga akan keluar rumah karena kita sama-sama udah nyaman. Ya, suatu hari nanti.

Amel, Pondok Labu
2 Desember 2015

No comments:

Post a Comment

Sebuah Keinginan di Semester 6

Aku Ingin Karya: Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yan...