Friday, 18 December 2015

#2

Maaf aku lupa kalau rumahku masih berantakan. Maukah kau kembali keluar, segera? Maaf... Oiya, dan aku tidak memintamu berdiam diri di depan pintu. Carilah kebahagiaanmu dulu. Aku mengerti kamu.

Kembalilah jika dan hanya jika kau ingin kembali dan tak akan pergi lagi. Aku tidak pernah mengunci rumahku, tidak pula melarang siapa pun untuk masuk. Tapi sejujurnya, bukan seperti ini yang kuinginkan. Maafkan kelalaianku kemarin, kuharap kamu mengerti.

Amel, Pondok Labu
18 Desember 2015

No comments:

Post a Comment

Seharusnya...

Seharusnya kamu sudah sampai Memarkirkan motormu di halaman depan Mengetuk pintu lalu duduk santai di ruang tamu Seharusnya kamu sudah ...