Wednesday, 30 December 2015

#3

Sekarang malah semakin rumit. Bukan hanya soal rumah yang sedang aku urusi tetapi juga tetangga yang seakan memata-mata. Aku ini siapa, harus bagaimana dan lainnya.
Kemarin, seseorang mengingatkanku tetang hakikat kehidupan. Bahwasanya hidup ini bukan tentang bagaimana orang lain yang kita lihat lebih, tapi hidup adalah tentang bagaimana kita seharusnya. Ya, bagaimana seharusnya aku?

Amel, Pondok Labu
30 Desember 2015

No comments:

Post a Comment

Seharusnya...

Seharusnya kamu sudah sampai Memarkirkan motormu di halaman depan Mengetuk pintu lalu duduk santai di ruang tamu Seharusnya kamu sudah ...