Sunday, 21 August 2016

Taman, Pohon, dan Senja

Langkahku terhenti pada sebuah pohon rindang. Kulihat ia begitu kokoh, pasti akarnya menancap jauh ke dalam tanah pikirku. Pohon itu memang belum terlalu besar, namun cabangnya banyak dan daunnya lebat. Kukira justru hal inilah yang membuat ia begitu nyaman untuk disinggahi.

Di sini aku duduk, sambil memutar lagu yang terselip di telepon pintarku. Melalui earphone, alunan gitar dan suara penyanyi favoritku menemani pagi itu. Dari sini, aku dapat melihat taman dari sudut pandang yang lain. Di depanku persis kulihat seorang ibu yang mentatih anaknya berjalan. Betapa bahagia senyum ibu itu dan riangnya bocah kecil itu. Keduanya terlalu indah untuk kugambarkan dengan kata. Ada juga sekelompok anak laki-laki yang belari-larian. Tertawa riang karena saling mengejar, semudah  itu untuk bahagia. Dan juga di satu bangku di ujung sana, kulihat sepasang kakek dan nenek yang bercengkrama menikmati udara pagi. Begitu tenang dan damai.

Aku senang dan sangat menikmatinya. Merasakan sejuk dan bahagia akan pemandangan taman di hadapanku. Ternyata se-sederhana ini. Kemudian aku mengantuk dan terlelap.

Rintik hujan membangunkan lelap dan diriku yang mulai kuyup. Kulihat mentari sudah tiba diufuk barat, padahal rasanya baru tadi aku singgah. Senjapun memerah mengingatkanku tuk segera kembali. Ia bilang; “Pulanglah, karena hari mulai gelap. Masih ada hari esok yang lebih panjang.” Aku pun setuju dan segera pulang tanpa sepatah kata. Terlupa maaf dan terimakasih. Terimakasih taman, senja, dan pohon, serta maafkanlah..

Kepada Sang Pemilik kututurkan; “Aku ingin membawa pulang pohon rindang itu. Kemudian menciptakan taman yang lebih indah di hadapnya. Aku ingin di hari itu dan hari-hari setelah itu, sejuknya menjadi nafas bagi seisi rumahku, atas seizin-Mu jika Engkau menghendaki. aamiin..”


Taman, Pohon, dan Senja

Amel, Pondok Labu
21 Agustus 2016
10.24 WIB



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...