Skip to main content

Taman, Pohon, dan Senja

Langkahku terhenti pada sebuah pohon rindang. Kulihat ia begitu kokoh, pasti akarnya menancap jauh ke dalam tanah pikirku. Pohon itu memang belum terlalu besar, namun cabangnya banyak dan daunnya lebat. Kukira justru hal inilah yang membuat ia begitu nyaman untuk disinggahi.

Di sini aku duduk, sambil memutar lagu yang terselip di telepon pintarku. Melalui earphone, alunan gitar dan suara penyanyi favoritku menemani pagi itu. Dari sini, aku dapat melihat taman dari sudut pandang yang lain. Di depanku persis kulihat seorang ibu yang mentatih anaknya berjalan. Betapa bahagia senyum ibu itu dan riangnya bocah kecil itu. Keduanya terlalu indah untuk kugambarkan dengan kata. Ada juga sekelompok anak laki-laki yang belari-larian. Tertawa riang karena saling mengejar, semudah  itu untuk bahagia. Dan juga di satu bangku di ujung sana, kulihat sepasang kakek dan nenek yang bercengkrama menikmati udara pagi. Begitu tenang dan damai.

Aku senang dan sangat menikmatinya. Merasakan sejuk dan bahagia akan pemandangan taman di hadapanku. Ternyata se-sederhana ini. Kemudian aku mengantuk dan terlelap.

Rintik hujan membangunkan lelap dan diriku yang mulai kuyup. Kulihat mentari sudah tiba diufuk barat, padahal rasanya baru tadi aku singgah. Senjapun memerah mengingatkanku tuk segera kembali. Ia bilang; “Pulanglah, karena hari mulai gelap. Masih ada hari esok yang lebih panjang.” Aku pun setuju dan segera pulang tanpa sepatah kata. Terlupa maaf dan terimakasih. Terimakasih taman, senja, dan pohon, serta maafkanlah..

Kepada Sang Pemilik kututurkan; “Aku ingin membawa pulang pohon rindang itu. Kemudian menciptakan taman yang lebih indah di hadapnya. Aku ingin di hari itu dan hari-hari setelah itu, sejuknya menjadi nafas bagi seisi rumahku, atas seizin-Mu jika Engkau menghendaki. aamiin..”


Taman, Pohon, dan Senja

Amel, Pondok Labu
21 Agustus 2016
10.24 WIB



Comments

Popular posts from this blog

Menulis Judul sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan)

Yap berhubung beberapa bulan lagi UN, kali ini gue mau ngepost salah satu Indikator dari SKL UN Bahasa Indonesia IPA/IPStahun 2015.


Indikator: Menulis judul sesuai EYD (Ejaan yang Disempurnakan).


1.  Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama semua kata.
2.  Gunakan huruf kecil hanya untuk kata-kata yang bersifat partikel, kecuali ia terletak di awal judul.
Kata-kata yang tergolong sebagai partikel, yaitu konjungsi (kata penghubung), preposisi (kata depan), dan interjeksi (seruan perasaan). 

Contohnya:

di, ke, dari, dan, atau, yang, untuk, dengan, dalam, pada, kepada, sebagai, terhadap, jika, maka, tapi, karena, tentang, agar, supaya, hingga, sejak, pun, per, demi, si,  meskipun, secara, seperti, ialah, ah, oh, deh, dong, kok.

3. Hanya kata ulang sempurna yang semua unsurnya diawali dengan huruf kapital.Jadi, tidak termasuk kata ulang berubah bunyi dan kata ulang berimbuhan.



Kata ulang sempurna.

·     Misalnya murid-murid, jalan-jalan, partai-partai, samar-samar, masalah-masalah, bukit-buk…

HALOOO

Ketika ketika ketika
lo kangen sosok yang menyenangakan  itu (lagi) ((lagi)) (((lagi))) maka? maka? maka? Maka biarkan aku menjadi patrick agar bisa selalu bermain bersamamu. #TernyataKangenSpongebob
“Kenapa harus ada matahari tenggelam di hari yang sempurna." -Patrick Star
Wassalamualaikum
*gambar nyari di google

Ciri-Ciri Sel Darah

Holaa, lg belajar IPA, gw post aja, semoga bermanfaat(y)
No Ciri Sel Darah Eritrosit (Sel Darah Merah) Leukosit (Sel Darah Putih) Trombosit (Keping Darah) 1. Bentuk Bulat cekung (bikonkaf), tidak berinti Tidak Teratur, berinti Tidak teratur, tidak berinti 2. Fungsi Mengangkut O2 dan CO2 Membunuh kuman Pembekuan darah 3. Jumlah (per mm3 darah) 4-5 juta