Sunday, 28 August 2016

Dua Musim

Katanya di Indonesia ada dua musim;
kemarau dan penghujan.

Tapi kurasa ini cukup aneh. Hampir 19 tahun di Indonesia, sepertinya tidak pernah benar-benar ada perbedaan di antara keduanya.

Seperti kemarin, setelah beberapa hari diselimuti angin kemarau, hujan turun. Menyegarkan walau hanya sebentar.

Aku juga mengira akan ada pelangi setelahnya. Taunya tidak. Begitu saja seperti angin kemarau yang kering, dalam bentuk yang lain.

Tapi aku senang. Hujan yang sebentar, menyirami tanaman-tanaman di halaman rumahku lagi. Terimakasih langit!!

Amel, Pondok Labu
28 Agustus 2016

Tuesday, 23 August 2016

Tentang Dua Hal

Kata seseorang, ada dua hal yang paling pribadi dari diri kita, yaitu hati dan pikiran. Aku setuju dan mulai memahaminya. Sepertinya bukan hak kita untuk menerka-nerka tentang apa yang orang rasa dan pikirkan tentang kita. Biarlah keduanya menjadi urusan ia dan Tuhannya. Karena terkadang, kita sendiri sulit memahami hati dan pikiran kita. Cukup kenali diri sendiri dan bersikap sewajarnya, begitu kan?
.
.
.
.
*Ala-ala Tere Liye

Amel, Pondok Labu
23 Agustus 2016

Sunday, 21 August 2016

Taman, Pohon, dan Senja

Langkahku terhenti pada sebuah pohon rindang. Kulihat ia begitu kokoh, pasti akarnya menancap jauh ke dalam tanah pikirku. Pohon itu memang belum terlalu besar, namun cabangnya banyak dan daunnya lebat. Kukira justru hal inilah yang membuat ia begitu nyaman untuk disinggahi.

Di sini aku duduk, sambil memutar lagu yang terselip di telepon pintarku. Melalui earphone, alunan gitar dan suara penyanyi favoritku menemani pagi itu. Dari sini, aku dapat melihat taman dari sudut pandang yang lain. Di depanku persis kulihat seorang ibu yang mentatih anaknya berjalan. Betapa bahagia senyum ibu itu dan riangnya bocah kecil itu. Keduanya terlalu indah untuk kugambarkan dengan kata. Ada juga sekelompok anak laki-laki yang belari-larian. Tertawa riang karena saling mengejar, semudah  itu untuk bahagia. Dan juga di satu bangku di ujung sana, kulihat sepasang kakek dan nenek yang bercengkrama menikmati udara pagi. Begitu tenang dan damai.

Aku senang dan sangat menikmatinya. Merasakan sejuk dan bahagia akan pemandangan taman di hadapanku. Ternyata se-sederhana ini. Kemudian aku mengantuk dan terlelap.

Rintik hujan membangunkan lelap dan diriku yang mulai kuyup. Kulihat mentari sudah tiba diufuk barat, padahal rasanya baru tadi aku singgah. Senjapun memerah mengingatkanku tuk segera kembali. Ia bilang; “Pulanglah, karena hari mulai gelap. Masih ada hari esok yang lebih panjang.” Aku pun setuju dan segera pulang tanpa sepatah kata. Terlupa maaf dan terimakasih. Terimakasih taman, senja, dan pohon, serta maafkanlah..

Kepada Sang Pemilik kututurkan; “Aku ingin membawa pulang pohon rindang itu. Kemudian menciptakan taman yang lebih indah di hadapnya. Aku ingin di hari itu dan hari-hari setelah itu, sejuknya menjadi nafas bagi seisi rumahku, atas seizin-Mu jika Engkau menghendaki. aamiin..”


Taman, Pohon, dan Senja

Amel, Pondok Labu
21 Agustus 2016
10.24 WIB



Friday, 12 August 2016

Pengumuman Pengumuman

Yang bersangkutan sedang dilema. Dilema mau mau nyodok Kapsel apa ngga. Dilema mau lulus 3.5 tahun atau 4 tahun. Dilema mau bikin plan lulus 3.5 atau sesuai rencana awal 4 tahun aja biar wisudaannya rame dinyanyiin maba. Semangat Amel!

Yha maaf tau-tau begini. Setelah sekian lama akhirnya inilah tulisan pertama gue di tahun 2016! supersekaliii tapi ya alhamdulillah masih punya kesempatan buat nulis :)

Baidewei ternyata sekarang gue udah mau memasuki tahun kedua gue sebagai mahasiswi jurusan Teknik Mesin. Alhamdulillah..

Oke sekian dulu ya ntar dilanjutin kalo ga mager insyaAllah. Babay!


#random #dilema #sedangbimbang #nyodokapangganih #bingung

12 Agustus 2016
00.35
Pondok Labu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...