Monday, 7 August 2017

EcoStruxure dari Schneider Electric Dukung Perwujudan Kota Pintar yang Mendunia Melalui Pendekatan Lokal

Sebagai satu dari sekian juta umat Milenial, gue menyadari bahwa dunia saat ini dihadapi dengan berbagai macam masalah dan tantangan. Salah satunya adalah masalah pesatnya laju urbanisasi yang ber-impact pada munculnya berbagai tantangan baru yang harus dihadapi bagi perkotaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa pada tahun 2050, dua per tiga populasi dunia akan tinggal di daerah perkotaan, dan pada tahun 2030 nanti 41 kota akan memiliki populasi paling sedikit 10 juta orang.

Melihat hal tersebut, pastinya dibutuhkan satu solusi yang bisa menjawab kebutuhan daerah perkotaan di masa depan. Seiring kemajuan teknologi, Arsitektur EcoStruxure dari Schneider Electric dapat memaksimalkan manfaat dari Internet of Things (IoT) dengan mengembangkan infrastruktur energi di perkotaan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana pembangunan berkelanjutan di masing-masing kota pada berbagai sektor, baik itu perumahan, infrastruktur, transportasi, layanan kesehatan, energi dan lapangan pekerjaan di perkotaan.

Tommy Leong, President, East Asia and Japan at Schneider Electric menanggapi, “Yang terpenting, tantangan ini harus ditangani secara lokal, karena tidak ada satu pun pendekatan baku yang dapat memecahkan dilema infrastruktur yang dihadapi oleh para perencana kota di seluruh dunia. Misalnya di negara maju, terutama di Barat, prioritas utama adalah menyesuaikan infrastruktur yang sudah ada – meski mulai usang – untuk mengikuti kebutuhan penduduknya di masa depan. Pemerintah setempat mulai mengintegrasikan teknologi maju untuk membuat kota-kota yang lebih mapan menjadi 'lebih cerdas,' meningkatkan konektivitas antara manusia maupun perangkat elektronik untuk menghasilkan inovasi, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial. Dengan berbagai perkembangan yang terjadi, diperkirakan ada lebih dari 26 kota global yang diharapkan menjadi kota pintar pada tahun 2025.”

Hebatnya, beberapa kota di dunia saat ini telah membangun kota cerdas dari nol. Salah satunya adalah Kota Songdu di Korea Selatan. Kota ini beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga surya dan angin, bersamaan dengan energi yang dihasilkan dari limbah manusia yang diproses di pabrik co-generation. Bangunannya memiliki kontrol iklim otomatis dan akses yang terkomputerisasi. Bahkan sistem jalan raya, air, limbah dan kelistrikannya dipadati dengan sensor elektronik yang memungkinkan 'otak' kota tersebut untuk melacak dan merespon pergerakan penduduk.

Selain Korea Selatan, Tiongkok dan India juga menciptakan kota-kota cerdas dari awal untuk menghadap tantangan urbanisasi massal. Di Singapura, bahkan pemerintahnya mengubah negara menjadi ‘Smart Nation’ pertama di dunia. Sistem ini didukung oleh big-data dan teknologi analitik, serta jaringan sensor nirkabel dan terkoneksi tercanggih. Pada tahun 2015, Singapura telah mengaktifkan sekitar 1.000 sensor untuk melacak segala hal, mulai dari kualitas udara, tingkat debit air, hingga keselamatan penduduk.

Pentingnya Sudut Pandang Lokal
Salah satu hal terpenting dalam proses pembangunann infrastruktur dan penggabungan teknologi adalah mengkomunikasikan rencana yang jelas dan visi yang kuat untuk menyatukan sektor publik dan swasta, akademisi dan masyarakat. Di sini, peran pemimpin menjadi sangat penting untuk mampu menarik minat masyarakatnya dengan menetapkan tujuan yang jelas guna memecahkan masalah sosial yang diketahui bersama.

Visi dan kebijakan yang diambil nantinya harus mencerminkan konteks, budaya, dan ekonomi lokal yang spesifik. Adopsi teknologi cerdas tanpa analisis dan pemikiran yang mendalam dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya dan kegagalan. Contohnya adalah yang terjadi di Lutyens Delhi. Para aktivis lingkungan mengkritik pemerintah setempat karena gagal mengkomunikasikan rencananya secara efektif. Akibatnya, proyek kota cerdas malah dilaksanakan di kota berkembang yang akibatnya lagi malah meningkatkan ketidaksetaraan.

Kolaborasi Lokal
Tantangan utama dalam proyek Smart City adalah menyelaraskan semua orang yang berkepentingan yang terlibat untuk bergerak pada satu tujuan yang sama. Hal ini berarti mengubah dan menyesuaikan banyak sistem atau cara kerja yang sudah mapan/terbiasa dilakukan.

Proyek seperti ini membutuhkan banyak kolaborasi antara swasta dan pemerintah ataupun organisasi dan departemen pemerintah. Contohnya adalah sebuah sistem yang telah diterapakan di Singapura. The Renewable Energy Integration Demonstrator-Singapore (REIDS) adalah microgrid pertama di Asia Tenggara dan microgrid hibrida terbesar di daerah tropis teknologi ini dipimpin oleh Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan didukung oleh Schneider Electric dan lembaga pemerintah Singapura termasuk Economic Development Board (EDB) dan National Environment Agency (NEA). Proyek kolaborasi ini mendorong industri, lembaga penelitian, dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan solusi yang inovatif.

Inovasi untuk Mengubah Local Energy Value Chain (Rantai Nilai Energi Lokal)
Saat ini, perusahaan seperti Schneider Electric udah bekerja sama dengan kota-kota dan penyedia utilitas listrik di seluruh dunia untuk membuat segala hal di perkotaan menjadi saling terhubung dengan informasi dan jaringan listrik yang luas, mulai dari jaringan listrik dan air, hingga pipa saluran pembuangan, bangunan, dan kendaraan di jalan.

Contohnya adalah Arsitektur EcoStruxure dari Schneider Electric, sebuah platform terbuka dan interoperable yang memaksimalkan manfaat dari Internet of Things (IoT). EcoStruxure menyediakan kesempatan bagi kota-kota untuk mengembangkan infrastruktur energinya dengan cara yang sesuai dengan rencana pembangunan berkelanjutannya masing-masing. Tekonologi ini mengintegrasikan fasilitas, aplikasi serta sistem untuk menciptakan analisis yang prediktif dan komunikasi sehingga memudahkan sebuah pengambilan keputusan yang cepat dan optimasi investasi untuk jangka panjang.

Ide Kota Pintar yang Cerdas, dari Asia untuk Asia
Beberapa inisiatif kota cerdas yang telah terbukti sukses di Asia tentu memberikan angin segar tersendiri untuk menjawab tantangan urbanisasi di seluruh wilayah. Yang terpenting, dalam pengembangan kota cerdas dibutuhkan kesinergisan antara pemerintah dan mitra yang memahami dinamika kota setempat dan pengalaman terbaik di tingkat domestik maupun internasional.

Tommy, selaku president East Asia and Japan at Schneider Electric menambahkan, Schneider Electric hadir sebagai mitra yang memiliki jaringan komersial yang matang di seluruh dunia, dan menawarkan pengalaman di berbagai bidang implementasi kota cerdas untuk sektor swasta maupun publik, sehingga dapat membantu mengurangi risiko dalam pengembangan kota cerdas. Meski masih banyak tantangan, ada beragam peluang kolaborasi dan integrasi untuk mempercepat proyek kota cerdas yang dapat memperkaya kehidupan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lingkungan masyarakat yang berkelanjutan.
Sumber: www.schneider-electric.com

Rangkaian Solusi Smart Home untuk Lindungi Rumah Saat Berpergian

Setiap tahunnya Musim liburan menyisakan kenangan tersendiri bagi setiap orang. Bagi gue sendiri, di momen ini gue bisa sedikit bersenang-senang dan refreshing dari rutinitas sehari-hari–iya walaupun beberapa diantara dari kita hanya mengisi liburan dengan hanya berdiam diri di rumah dan tidak berpergian kemana-mana.

Banyak orang yang memanfaatkan momen liburan untuk berpergian dalam jangka waktu yang lama. Nayoritas dari mereka ternyata berpergian dengan durasi waktu yang cukup lama, 4-12 hari. Ninggalin rumah kosong selama itu di kota besar? Beresiko banget ga sih?

Menurut data Pusat Informasi Kriminal Nasional POLRI, di tahun 2016 lalu secara nasional jumlah kasus pencurian dengan pemberatan menempati posisi tertinggi sebanyak 2.816 kasus. Yang dimana, modus pencurian paling banyak adalah ketika musim lebaran saat rumah kosong ditinggal penghuninya. Belum lagi resiko bahaya akibat arus pendek listrik (re:korsleting)  yang sering kejadian kalau kita ngga teliti ngecek kondisi aliran listrik pas mau ninggalin rumah.

Gue pun bertanya-tanya;  sebenernya ada gak sih teknologi canggih yang bisa menjaga kemanan rumah selama mudik?

Dan ternyataa Schneider Electric, sebuah perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi udah menjawab itu semua. Banyak banget teknologi Smart Home Terintegrasi yang udah mereka kembangkan buat menjaga keamanan rumah kalau lagi berpergian. Teknologi ini menurut gue sangat keren karena sudah menggunakan sistem automasi dan terintegrasi, jadi bakalan mudah banget pengawasan dan pengontrolan jarak jauhnya via gadget. Selain itu, teknologi ini sederhana dan easy-to-use dengan tidak megesampingkan kualitasnya.

Nah ini dia nih 5 teknologi Smart Home Terintegrasi dari Schneider Electric:

Sensor Okupasi
Beberapa orang terkadang lupa matiin lampu ketika keluar rumah. Akibatnya, lampu rumah bisa nyala seharian siang-malam. Kondisi kayak gini selain boros listrik juga bisa mengundang aksi kejahatan karena lampu yang nyala di siang hari memberi kesan kalau sang pemilik rumah sedang tidak ada di tempat.

Nah, Sensor Okupasi bisa ngebantu kita karena teknologi ini bisa menyalakan ataupun mematikan lampu secara otomatis dengan cara mendeteksi gerakan dalam ruangan. Schneider Electric ini punya beragam solusi sensor okupansi diantaranyaa: NEO, ZENcelo dan Argus yang masing-masingnya memiliki fungsi dan kelebihannya masing-masing.

Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection (RCBO) 
Selain lupa matiin lampu, beberapa orang juga terkadang lupa buat memeriksa ataupun mencabut stopkontak peralatan listrik yang gak-kepake. Kondisi kayak gini beresiko menimbulkan arus pendek listrik (re:korsleting) yang bisa  terjadi kapan aja tanpa terdeteksi, apalagi kalau kondisi rumah lagi kosong.

Teknologi RCBO berfungsi melindungi rumah dan penghuninya dari kerugian materi bahkan nyawa akibat hubungan pendek arus listrik. RCBO sendiri merupakan gabungan antara fungsi MCB dan ELCB. Jadi, selain memutus arus listrik kalau terjadi hubungan pendek arus listrik, RCBO juga memutus arus litrik ke tanah sehingga melindungi rumah dan seluruh isinya (bahkan penghuninya kalau lagi di tempat) dari sengatan listrik.

Lighting Control
Teknologi ini merupakan pemanfaatan teknologi dan Internet of Things untuk mengkoneksikan antar perangkat rumah secara otomatis. Dengan teknologi ini, kita bisa nyalain dan matiin lampu rumah kita dari jarak jauh hanya via gadget dimanapun kita berada saat itu juga. Selain itu, kita juga bisa mengatur jadwal otomatis untuk nyalain/matiin lampu supaya menghemat penggunaan listrik. Bahkan, teknologi ini juga bisa diterapkan buat mengontrol TV dan AC di rumah loh.

Schneider Electric pun punya serangkaian solusi yang sangaat beragam dari yang ekonomis dan sederhana, contohnya EZinstall3 Mini Home Control. Sampai yang lebih canggihnya yaitu Wiser.

CCTV
Salah satu resiko terbesar saat ninggalin rumah pas berpergian adalah resiko kemalingan. Nah salah satu sistem keamanan yang  tepat buat ngatasin hal ini adalah dengan memasang CCTV yang bisa mantau kondisi rumah 24 jam non-stop-seharian dan bisa di control via gadget.

Schneider Electric punya brand CCTV yang keren yaitu Pelco, teknologi ini bisa merekam keadaan dengan kualitas gambar tinggi dan menjangkau area yang luas walaunpun cuma menggunakan satu kamera aja.

Entrance Control System sekaligus Touch Screen Indoor Station
Teknologi terbaru dari Schneider Electric yaitu Xightor Pro Video Door Phone System bisa mempermudah pememantauan dan komunikasi dengan setiap orang yang mungkin datang ke rumah saat kita lagi bepergian. Hebatnya, walaupun kita lagi ngga di rumah, kita tetep bisa mantau kondisi rumah via gadget. Tekonologi ini juga diintegasikan dengan CCTV ataupun intrusion alarm yang bisa memastikan keamanan rumah 24 jam.





Nah teknologi-teknologi canggih dan modern dari Schneider Electric ini menurut gue emang tepat banget sih buat menjawab ketakutan dan kekhawatiran bagi orang-orang  yang mau berpergin berhari-hari. Dan gue pun menyadari kalau masa depan udah ada di depan mata, Life is On :).

Sumber: www.schneider-electric.com

Sunday, 23 July 2017

Hadiah Gratis dari LIFULL? MAU!!



Holaaa, sudah lama tidak menulis di blog dan saat ini gue kembali nge-blog sebagai seorang mahasiswi teknik yang sedang libur panjang dan terkadang tidak tahu harus ngapain sehingga membuat gue merenung. Salah satu hal yang membuat gue merenung di libur panjang kali ini adalah; ketika nanti mulai kuliah lagi, gue bakalan jadi senior yang lebih tua lagi. And surprisingly (halah) ternyata bentar lagi gue mamasuki tahun ke-tiga di dunia perk uliahan. Makin ke atas, artinya tanggung jawab gue makin besar dong.


  • But 'live your life to the fullest'. Sejauh ini gue sangat bersyukur dan mau lebih memaknai kehidupan perkuliahan gue dengan lebih serius dikelas, belajar biar dapet jodoh IP yang cakep, sebisa mungkin ikutan lomba dan lancar kegiatan organisasinya, dan bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, aamiin.

Memasuki tahun ke-tiga masa perkuliahan ini, gue pun mulai menjiwai berbagai karakter/sikap/sikap/perilaku yang biasanya dimiliki oleh seorang mahasiswa. Mulai dari begadang buat ngerjain tugas, balik malem karena rapat atau sekedar datang ke sebuah acara, pusing karena UAS dan tugas, nyari makan di warteg biar hemat, sampe yang namanya gercep banget kalo dengar kata-kata GRATIS.

NAH di sela-sela masa kejombloan perkuliahan gue kemarin, akhirnya gue mengenal sebuah web yang sangat amat menarik buat mahasiswa, terutama buat kita-kita yang bahagia banget sama yang namanya snack dan produk kecantikan dan juga tentunyaaa hadiah gratis.

Sebuah web yang cukup membahagiakan gue tersebut adalah  www.lifull-produk.id. LIFULL produk ini adalah website-nya bagi para pecinta produk snack & beverage dan juga berbagai macam produk kecantikan/kosmetik. Dengan membernya yang saat ini berjumlah sekitar 55.000 pengguna, LIFULL produk bisa ngasih kita informasi mengenai review produk favorit kita. Selain itu, situs ini  juga memberikan kesempatan bagi seluruh membernya untuk mendapatkan berbagai hadiah gratis berupa snack & beverage dan kosmetik yang ditawarkan.

Sejak pertama kali ketemu sama web LIFULL produk, gue langsung daftar member dan ternyata gampang banget loh langkah-langkahnya. Waktu itu gue sempet daftar buat dapetin hadiah gratis produk Oishi Pillow Thin dan beruntung karena gue jadi salah satu orang yang berhak dapetin hadiah gratis. 

Yuhuuuuu ada Amalia Pradipta di sanaa

Cara daftarnya tinggal klik-klik ngga nyampe 5 menit dan tungguin pengumuman pemenangnya. Ohiya daftar juga produk-produk lainnya yaa, makin banyak daftar artinya makin banyak juga hadiah gratis yang bisa kita dapetin.

Penasaran gaksih pengen dapetin hadiah gratis juga secepet itu??? NAH disini gue ada foto dan video tutorial singkat cara dapetin hadiah gratis dari lifull blog. 

Pertama, masuk dulu ke websitenya di www.lifull-produk.id. Kemudian pilih kategori hadiah yang diinginkan.

Kedua, pilih hadiah yang diinginkan.

Ketiga, klik pada tulisan "KLIK UNTUK MENDAPATKAN HADIAH"
Terakhir, log in dengan akun facebook/mendaftar akun terlebih dahulu. Kemudan ikuti langkah-langkah selanjutnya.
Kalian juga bisa liat tutorialnya dari video dibawah ini:




Yuklah segera ikutin langkahnya dan dapetin hadiah gratis dari lifull!

Selain dari website www.lifull-produk.id kita juga bisa dapetin info seputar hadah gratis dari LIFULL blog melalui fanpagenya di @LIFULLhadiahBeauty dan @LIFULLhadiahsnack dan juga Instagram di @LIFULLhadiah. Jadii, jangan lupa follow akun-akun tersebut buat update info terbaru seputar hadiah gratis dari LIFULL produk.

Akhir kata, sekian post gue kali ini dengan menyandang status sebagai mahasiswi, love u!!

Monday, 3 July 2017

#4

-Sebuah post yang tertunda cukup lama (lama bgt malah)-


Rumah #4

Aku kembali menyusun sepatu dan sandal pada rak sepatu di halaman depan. Piring, mangkuk, dan gelas pada tempatnya setelah ku cuci. Dan juga berbagai macam mainan yang tergeletak di lantai. Aku kembali berbenah.

Aku ingin sedikit bercerita tentang seorang adik kecil.

Kemarin pagi, adik kecil datang membawa puzzle yang bergambar salah satu tokoh kartun. Ia menyusunnya dengan telaten, sambil bercerita dengan semangat tentang tokoh itu. Kemudian berlanjut dengan puzzle bergambar lainnya, ia terus asik menyusun dan bercerita. Kemudian ia bernyanyi, menari, dan berlari kesana kemari. Adik kecil yang pintar, ia menjelaskanku banyak hal. Tentang kucingnya yang loreng tiga, tentang ibunya yg hebat, juga tentang neneknya yang sangat ia sayangi. Aku diam menyimaknya, sesekali tersenyum dan mengangguk takjub -yang membuatnya semakin percaya diri.

Siang hari menuju petang, nampaknya ia mulai lelah, ia berulang kali menatap ke jendela. Langit telah mengisyaratkan senja dan ia harus segera pulang, katanya. Aku cukup tenang karena ia mengerti -bahwa tidak baik bermain hingga langit gelap. Tapi lebih khawatir lagi, kemana ia akan pergi? Aku bahkan lupa untuk sekadar bertanya padanya; "rumahmu di mana?".

Saat itu sudah hampir malam, apakah ia akan baik-baik saja? Ia pulang, atau kemana? Tapi aku juga harus tetep di sini, menjaga rumahku..

Adik kecil, terimakasih sudah mau datang! :) Aku bahagia, rumahku kemarin ramai dan berisik dengan canda tawa, dengan suara-suara bahagia. Maaf hanya ada air putih dan teh hangat yang katamu terlalu manis. Terimakasih karena telah mengisi rumahku dengan suara-suara bahagia! Sukses dengan duniamu, di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja! :) Semoga waktu berlalu dengan baik dan Allah SWT menjawab segala doa dan pintamu, dan juga pintaku. Selamat mencari kebahagiaanmu, aku memang harus mengerti.. Dan aku akan tetap menjadi diriku, yang akan berusaha agar lebih baik dari diriku hari ini, pasti.

-Agustus/September 2016-


Ternyata tulisan ini sudah lama sekalii. Tapi kusuka jadi dipost dengan sedikit editan hehe.

Sunday, 2 October 2016

Ingin

Aku ingin menjadi awan
yang menghujan,
di pekarangan rumahmu..



Amel, Pangkalan Jati
2 Oktober 2016

Sunday, 28 August 2016

Dua Musim

Katanya di Indonesia ada dua musim;
kemarau dan penghujan.

Tapi kurasa ini cukup aneh. Hampir 19 tahun di Indonesia, sepertinya tidak pernah benar-benar ada perbedaan di antara keduanya.

Seperti kemarin, setelah beberapa hari diselimuti angin kemarau, hujan turun. Menyegarkan walau hanya sebentar.

Aku juga mengira akan ada pelangi setelahnya. Taunya tidak. Begitu saja seperti angin kemarau yang kering, dalam bentuk yang lain.

Tapi aku senang. Hujan yang sebentar, menyirami tanaman-tanaman di halaman rumahku lagi. Terimakasih langit!!

Amel, Pondok Labu
28 Agustus 2016

Tuesday, 23 August 2016

Tentang Dua Hal

Kata seseorang, ada dua hal yang paling pribadi dari diri kita, yaitu hati dan pikiran. Aku setuju dan mulai memahaminya. Sepertinya bukan hak kita untuk menerka-nerka tentang apa yang orang rasa dan pikirkan tentang kita. Biarlah keduanya menjadi urusan ia dan Tuhannya. Karena terkadang, kita sendiri sulit memahami hati dan pikiran kita. Cukup kenali diri sendiri dan bersikap sewajarnya, begitu kan?
.
.
.
.
*Ala-ala Tere Liye

Amel, Pondok Labu
23 Agustus 2016
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...