Monday, 13 November 2017

Tentang Apa yang Kita Miliki

Well, hallo assalamualaikum… :)

Ya jadi, semakin dewasa ini gue makin menyadari bahwa rezeki dan apapun yang kita miliki asalnya adalah dari Allah SWT semata. Contohnya, uang jajan, uang makan, biaya kuliah, sepatu baru, baju lebaran, motor baru, pacar baru semuaanya itu dari Allah. Cuma mungkin selama ini pas masih kecil (sekarang juga masih kecil sih) gue ngerasanya Allah lebih banyak menitipkan hal-hal tersebut lewat orang tua kita. Tapi alhamdulillah semakin kesini, gue makin ngerasain kalau orang tua cuma salah satu perantara aja, banyak banget cara Allah menitipkan ‘rezeki’ ke gue. Lewat beasiswa persemester, lewat Bu Nunung tempat gue ngajar les, lewat tante dan om gue, lewat walikelas gue, dan yang paling gue seneng adalah lewat blog ini.

Nah, jadiii beberapa waktu lalu, ketika gue gabut dan belum berjumpa dengan sisflu, HT, tumer dan kawan-kawannya, gue sempet ikuan sebuah lomba nulis (ini terdengar keren ga sih). Sebenernya bukan lomba-lomba amat dan ini iseng-iseng aja mengisi kegabutan, pokoknya kalian liat aja tulisan gue yangini.

Yap, jadi gue ikutan lomba nulis blog yang hadiah utamanya adalah jalan-jalan ke Universal Studio Singapore untuk 2 orang pemenang dan hadiah hore-hore berupa hampers alias bingkisan untuk 100 orang blogger yang ikutan. Jujur dari awal gue ga mengharapkan hadiah utamanya, tapi gue bener-bener berdoa semoga gue dapet bingkisannya. Ya lebay banget emang.

Singkat cerita, di suatu Jumat siang gue ditelpon sama mba-mba dari  web Lifull yang ngadain lomba. Katanya gue dapet hadiah bingkisannya cuy tapi doi nanya gue bersedia ngga buat nulis review nya di blog. Dan gue langsung dengan semangat bilang siap mba, saya bersedia.
Namun sayang waktu itu udah mulai kuliah dan gue mulai sok sibuk, jadilah hari ini gue baru akan mereview hadiah-hadiah tersebut. Huauaha maafkan aku mba.

Nah inilah penampakan hampers yang super besar itu dalam pelukan gue. 

Oke jadi itu adalah Minggu pagi yang cerah dimana gue belum mandi dan super happy dapet gratisan.

Nih segini banyaknya.
Banyak yah 
 
Versi ala-ala

Jadi bingkisannya bener-bener macem-macem dan emang merupakan produk-produk yang biasa di review di webnya Lifull. Dari sekian banyak isinya ini, gue bagi-bagi ke adek-adek gue yang cerewet abiz, oishi pillow thin dan kiyora matcha dan hazelnut gue kasih ke mereka. Sisanya buat gue karena itu produk-produk kecantikan.

Dari berbagai macam rupa hadiah itu, gue paling seneng dapet herborist body butter zaitun dan herborist minyak zaitun. Body butternya sangat berkhasiat melebutkan kulitku dan jadi ada aroma-aroma zaitun lucu, well gue suka, ibu gue juga suka. Minyak zaitunnya lebih gue suka lagi karena membuat gue jadi rajin maskeran hehehehe. Ya pokoknya sebagai manusia pecinta gratisan gue sangat bahagia lah :) #reviewalakadarnyaajaokay 

Aniway, ada satu hal juga sih yang mengingatkan gue atas semua ini, kalau semua ini –rezeki dll- ga akan sampai ke kita kalau kita sendiri ga ada usahanya sama sekali. Untuk dapet beasiswa ya gue harus daftar dan kemudian mempertahankan IP gue di atas 3.3 tiap semesternya. Untuk bisa dapet gaji ngajar ya gue harus ngajar dengan sebaik mungkin, untuk bisa dapetin sesuatu lewat  blog ya gue harus menulis dan mencari info-info berhadiah ehehehe.

Akhir kata, sesuai judul post gue yang agak-agak mellow ini, tentang apa yang kita miliki seluruhnya adalah bersumber dari Allah SWT. Semuanya bisa nyampe ke kita dengan banyak cara asalkan kita usaha, berdoa, dan nggak diem-diem aja. So just do your best in everything you believe in and let Allah SWT send you something special in your life:) dan ohya jangan lupa bersyukur yaa


Ps: sebelumnya gue mau mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada mba-mba Lifull yang waktu itu nelfon gue. Maaf ya mba baru sempet ngepost sekarang hehehe hadiahnya udah mau abis padahal.

Bonus. Greeting from meh while uploading this post.
Di kelas gamtek abis ngasdos, dan ketika salah satu cakabem sedang publikasi. heyho.

Monday, 4 September 2017

Power Tag Wireless Sensors dari Schneider Electric untuk Konsumsi Energy yang Lebih Hemat dan Efisien pada Sistem Bangunan


Salah satu cara untuk mengurangi dampak pemanasan global yang terus meningkat saat ini adalah dengan melakukan penghematan energi. Schneider Electric telah memulai gerakan hemat energi dengan menghadirkan berbagai perangkat yang mempermudah penggunanya untuk menghemat energi di manapun dan kapanpun. Salah satu teknologi yang telah diperkenalkan adalah PowerTag wireless sensors. Teknologi ini dapat memonitor dengan akurat konsumsi energi setiap waktunya/real-time  untuk bangunan yang kecil hingga bangunan dengan banyak fasilitas di dalamnya
Penggunaan PowerTag wireless sensors memungkinkan kita untuk menggunakan energi dangan lebih efisien (dan hemat tentunya) pada setiap peralatan elektronik, mulai dari IT dan HVAC (sistem pendingin suatu bangunan), pompa, dan segala peralatan elektonik dalam setiap prosesnya. Dengan ukurannya yang kecil, teknologi ini sangat padat guna dan mudah di install pada setiap panel board yang baru maupun yang sudah digunakan dalam bangunan tersebut.

Teknologi yang diterapkan pada PowerTag memungkinkan seorang operator gedung untuk menjaga “kesehatan” penggunaan energi bangunan tersebut dimana saja (tanpa harus berada di depan peralatan yang ingin kita hidup/matikan). Melalui informasi yang diberikan pada system ini, ia dapat memanage penggunaan energi dan menjaga beban penggunaan energi agar tidak melewati batas-batas kritis yang ditentukan.

PowerTag menyediakan informasi yang sangat detail terkait konsumsi energi dan beban penggunaan pada arus, tegangan, sumber, stabil-tidaknya fasa, dan hal-hal lain yang terkait. Teknologi inovatif ini akan mendeteksi dan memberikan peringatan sebelum terjadinya potensi masalah yang mungkin timbul, sehingga operator gedung dapat memastikan gedung tersebut tetap bekerja dalam performa yang baik.

Compact design

Dengan PowerTag, kita dapat menambahkan inovasi pada setiap proyek dengan satu langkah mudah. Teknologi ini dapat dengan mudah ditambahkan pada circuit breaker yang baru ataupun yang sudah ada untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi.

PowerTag akan mengirimkan data yang sangat banyak dan akurat via Acti9™ Smartlink, sebuah sistem yang terintegrasi pada setiap sistem manajemen bangunan untuk meng-optimalkan penggunaan energi dengan efisien. Selain itu, wireless circuit breaker tagging ini juga memungkinkan kita untuk mengukur dan memonitor berbagai beban penggunaan, dan memberikan informasi terkait masalah yang dideteksi saat itu juga.


Nah ini dia kemampuan lengkap PowerTag:

·         Memonitor energi, arus, daya, voltase, power factor dengan tepat dan real-time.

·         Memonitor Active Energy secara akurat

·         Memonitor sistem sebagian ataupun menyeluruh

·         Mengecek keseimbangan fasa/ phase load

Selain itu, dapat juga untuk menjaga keamanan sistem dalam bangunan dengan cara:

·         Memberikan pemberitahuan/pre-alarm notification jika terjadi overload

·         Alarm jika terjadi voltage loss dan overload-on-trip

·         Memberikan pemberitahuan langsung via email

·         Dapat diterapkan pada system bangunan dan aplikasi EcoStruxure™ Facility Expert (sebelumya dikenal dengan Facility Hero).



Sumber:

Prefabricated Data Center dari Scheneider Electric, dibalik Suksesnya Animal Logic dalam Meraih Oscar.

Animal Logic adalah sebuah studio animasi yang bermarkas di Sydney, Australia. Sejak berdiri tahun 1991, studio ini berperan penting dalam suksesnya berbagai film animasi yang ditayangkan di seluruh dunia, salah satunya The Lego Movie yang sudah meraup 400 juta dollar (Rp 4,2 triliun) di box office dunia. Selain itu, studio ini juga bekerja untuk film The Matrix, The Matrix Reloaded, and The Great Gatsby, serta Happy Feet yang memenangkan Oscar tahun 2007 untuk kategori Best Animated Feature Film.

Happy Feet merupakan sebuah film yang menggunakan computer-generated secara keseluruhan, termasuk di dalamnya enam scene yang menampilkan 4000 pinguin – yang diproduksi menggunakan 2000 blade servers (lebih lengkapnya dapat dibaca di sini). Nah untuk merasakan kerennya hasil produksi Animal Logic, cek di sini  yang merupakan sebuah video yang dipost oleh Visual Effect Supervisor untuk film The Gatsby. Dalam video tersebut, terlihat bahwa Animal Logic mengambil gambar yang sangat sederhana di dunia nyata kemudian mengembangkannya melalui computer-generated visual effects atau dikenal dengan VFX untuk menghasilkan sebuah karya yang sangat menarik.

Ternyata, membuat efek-efek dalam film tersebut membutuhkan suatu computer dengan kemampuan/daya yang sangat tinggi. Dan karena roda bisnis yang terus berjalan, perusahaan ini membutuhkannya dalam waktu yang relative singkat. Untuk keperluan penandaan/penyimpanan data sepanjang proses pembuatan filmnya, Animal Logic memerlukan sebuah data center dalam waktu hanya 4,5 bulan. Membuat data center pada dasarnya tidaklah mudah karena dibutuhkan waktu untuk membangun gedung untuk data center yang biasanya membutuhkan waktu hingga 2 tahun. Satu-satunya perusahaan yang dapat memenuhinya dalam waktu 4,5 bulan adalah Schneider Electric dengan teknologi prefabricated data center-nya yang dapat menunjang berbagai aplikasi yang sangat berat penggunaannya/densitas yang tinggi.
Alex Timbs, Head of IT at Animal Logic
Dalam sebuah video yang mendiskusikan terkait data center, Alex Timbs, kepala bagian IT dari Animal Logic mengatakan, “Kecepatan dalam penyebaran data dalam data center adalah hal yang sangat penting dalam bisnis.” Beliau menambahkan bahwa mereka mencari solusi dengan kapasitas dan densitas  yang sangat tinggi , “And we selected the Schneider Electric solutions based on their engineering capabilities and ability to meet the business needs within the timeframes allotted.”. Ya, Timbs memilih Scheneider Electric sebagai solusi atas permasalahan ini karena mereka yakin akan kapabilitas Schneider electric dalam hal teknologi untuk memenuhi kebutuhan bisnis mereka sesuai waktu yang diperlukan.

Prefabricated modular data centers jauh lebih cepat dalam penyebaran datanya dibandingkan dengan bangunan permanen (stick-built) data center yang biasanya digunakan. Karena, sebagian besar instalasi dan sistem integrasinya bekerja dalam lingkungan kerja yang terkontrol dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Lengkapnya, modul akhir untuk power, cooling and IT space akan terkirim ke situs yang akan menghubungkannya ke power, membuat finalconnection kemudian sistem akan nyala dan bekerja.

Modul dalam sistem ini dapat berbeda-beda bentuk dan ukuran, tergantung komponen yang diselipkan di dalam bangunan yang ada, dalam kasus Animal Logic, container khusus data center ditempatkan di ISO container.

Schneider electric juga menyediakan on-going service and support untuk perawatan data center tersebut menggunakan StuxtureOn, sebuah cloud-based monitoring service yang memungkinkan kita untuk mengontrol 24x7 jam dan memantau berbagai permasalahan/trouble-shooting, melalui smartphone sekalipun.


Schneider Electric was the only vendor to be able to deliver in that 4 1/2 months and has very rapidly become what we like to call ‘a partner in making movies’,”Timbs.

Dalam video tadi, Timbs juga mengatakan bahwa hanya Scheneider Electric-lah yang mempu menyediakan kebutuhan teknologi tersebut dalam waktu 4,5 bulan, dan menjadikan perusahaan ini sebagai partner dalam pembuatan film mereka.

Dengan teknologi ini, tentu tidak mengherankan melihat Animal Logic mendapatkan piala Oscar untuk kategori Best Visual Effect, megingat dibalik layar film ini terdapat teknologi data center dengan kemampuan yang sangat tinggi yang memungkinkan segala prosesnya berjalan dengan baik dalam waktu yang singkat.

Untuk melihat lebih mendalam lagi terkait biaya dan penggantian stick-built (bangunan permanen) dan prefabricated modular data centers (termasuk analisis biaya yang mendetail), silahkan cek di: free Schneider Electric white paper no. 218, “Quantitative Analysis of a Prefabricated vs. Traditional Data Center.”


Sumber:

Scheneider Electric Perkenalkan The Edge sebagai The Most Sustainable Building di Dunia


The Edge merupakan sebuah “kantor masa depan” di Amsterdam yang dibangun di atas tanah seluas 40,000 m2 dan diakui sebagai “the most sustainable office building in the world”. Predikat ini didapatkan setelah The Edge berhasil meraih score 98.36% -tertinggi yang pernah ada dalam sejarah Building Research Establishment (BRE). Selain itu, The Edge juga mendapatkan sertifikat “Outstanding” dari BREEAM NL New Construction.

The Edge merupakan net-zero building yang menggunakan teknologi IoT untuk memaksimalkan  penggunaan energy dengan efisien.
Tantangan Sustainable Building adalah untuk memprioritaskan kesehatan, kenyamanan, dan tingkat produktvitas karyawannya dalam memaksimalkan efisiensi dan keberlanjutannya.

Scheneider Electric  menghadirkan solusi untuk menjawab tantangan tersebut dengan  EcoStruxture
  • Apps, Analytics & Services : EcoStruxure™ Power Monitoring Expert (sebelumnya dikenal dengan Power Monitoring Expert)
  • Edge Control: EcoStruxure™ Building Operation (sebelumnya dikenal dengan StruxureWare Building Operation)
  • Connected Products: Electrical distribution and field devices.

The Edge dilengkapi dengan fitur broad range untuk mengintegrasikan fasilitas manajeman dan energy solution, sistem distribusi electrical, IT infrastructure, control device dan EcoStruxure Power Monitoring Expert software.

Building Manajemen System (BMS) memanfaatkan single IP backbone yang memungkinkan real-time access untuk mendapatkan data bangunan tersebut.

SmartStuxture memungkinkan  manajer fasilitas di The Edge untuk memonitor,  mengukur, dan mengontrol semua data bangunan dan sistem IT untuk memastikan kenyamanan dan kepuasan karyawan.

Di The Edge, semua bagiannya diakui sebagai smart building yang sistem dan lingkungannya sangat hebat dan ditata dengan aesthetic.


Sumber:
https://blog.schneider-electric.com/building-management/2016/04/01/meet-edge-worlds-sustainable-building/
http://www.schneider-electric.com/b2b/en/campaign/life-is-on/case-study/the-edge.jsp

Monday, 7 August 2017

EcoStruxure dari Schneider Electric Dukung Perwujudan Kota Pintar yang Mendunia Melalui Pendekatan Lokal

Sebagai satu dari sekian juta umat Milenial, gue menyadari bahwa dunia saat ini dihadapi dengan berbagai macam masalah dan tantangan. Salah satunya adalah masalah pesatnya laju urbanisasi yang ber-impact pada munculnya berbagai tantangan baru yang harus dihadapi bagi perkotaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan bahwa pada tahun 2050, dua per tiga populasi dunia akan tinggal di daerah perkotaan, dan pada tahun 2030 nanti 41 kota akan memiliki populasi paling sedikit 10 juta orang.

Melihat hal tersebut, pastinya dibutuhkan satu solusi yang bisa menjawab kebutuhan daerah perkotaan di masa depan. Seiring kemajuan teknologi, Arsitektur EcoStruxure dari Schneider Electric dapat memaksimalkan manfaat dari Internet of Things (IoT) dengan mengembangkan infrastruktur energi di perkotaan dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan dan rencana pembangunan berkelanjutan di masing-masing kota pada berbagai sektor, baik itu perumahan, infrastruktur, transportasi, layanan kesehatan, energi dan lapangan pekerjaan di perkotaan.

Tommy Leong, President, East Asia and Japan at Schneider Electric menanggapi, “Yang terpenting, tantangan ini harus ditangani secara lokal, karena tidak ada satu pun pendekatan baku yang dapat memecahkan dilema infrastruktur yang dihadapi oleh para perencana kota di seluruh dunia. Misalnya di negara maju, terutama di Barat, prioritas utama adalah menyesuaikan infrastruktur yang sudah ada – meski mulai usang – untuk mengikuti kebutuhan penduduknya di masa depan. Pemerintah setempat mulai mengintegrasikan teknologi maju untuk membuat kota-kota yang lebih mapan menjadi 'lebih cerdas,' meningkatkan konektivitas antara manusia maupun perangkat elektronik untuk menghasilkan inovasi, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial. Dengan berbagai perkembangan yang terjadi, diperkirakan ada lebih dari 26 kota global yang diharapkan menjadi kota pintar pada tahun 2025.”

Hebatnya, beberapa kota di dunia saat ini telah membangun kota cerdas dari nol. Salah satunya adalah Kota Songdu di Korea Selatan. Kota ini beroperasi sepenuhnya menggunakan tenaga surya dan angin, bersamaan dengan energi yang dihasilkan dari limbah manusia yang diproses di pabrik co-generation. Bangunannya memiliki kontrol iklim otomatis dan akses yang terkomputerisasi. Bahkan sistem jalan raya, air, limbah dan kelistrikannya dipadati dengan sensor elektronik yang memungkinkan 'otak' kota tersebut untuk melacak dan merespon pergerakan penduduk.

Selain Korea Selatan, Tiongkok dan India juga menciptakan kota-kota cerdas dari awal untuk menghadap tantangan urbanisasi massal. Di Singapura, bahkan pemerintahnya mengubah negara menjadi ‘Smart Nation’ pertama di dunia. Sistem ini didukung oleh big-data dan teknologi analitik, serta jaringan sensor nirkabel dan terkoneksi tercanggih. Pada tahun 2015, Singapura telah mengaktifkan sekitar 1.000 sensor untuk melacak segala hal, mulai dari kualitas udara, tingkat debit air, hingga keselamatan penduduk.

Pentingnya Sudut Pandang Lokal
Salah satu hal terpenting dalam proses pembangunann infrastruktur dan penggabungan teknologi adalah mengkomunikasikan rencana yang jelas dan visi yang kuat untuk menyatukan sektor publik dan swasta, akademisi dan masyarakat. Di sini, peran pemimpin menjadi sangat penting untuk mampu menarik minat masyarakatnya dengan menetapkan tujuan yang jelas guna memecahkan masalah sosial yang diketahui bersama.

Visi dan kebijakan yang diambil nantinya harus mencerminkan konteks, budaya, dan ekonomi lokal yang spesifik. Adopsi teknologi cerdas tanpa analisis dan pemikiran yang mendalam dapat mengakibatkan pemborosan sumber daya dan kegagalan. Contohnya adalah yang terjadi di Lutyens Delhi. Para aktivis lingkungan mengkritik pemerintah setempat karena gagal mengkomunikasikan rencananya secara efektif. Akibatnya, proyek kota cerdas malah dilaksanakan di kota berkembang yang akibatnya lagi malah meningkatkan ketidaksetaraan.

Kolaborasi Lokal
Tantangan utama dalam proyek Smart City adalah menyelaraskan semua orang yang berkepentingan yang terlibat untuk bergerak pada satu tujuan yang sama. Hal ini berarti mengubah dan menyesuaikan banyak sistem atau cara kerja yang sudah mapan/terbiasa dilakukan.

Proyek seperti ini membutuhkan banyak kolaborasi antara swasta dan pemerintah ataupun organisasi dan departemen pemerintah. Contohnya adalah sebuah sistem yang telah diterapakan di Singapura. The Renewable Energy Integration Demonstrator-Singapore (REIDS) adalah microgrid pertama di Asia Tenggara dan microgrid hibrida terbesar di daerah tropis teknologi ini dipimpin oleh Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan didukung oleh Schneider Electric dan lembaga pemerintah Singapura termasuk Economic Development Board (EDB) dan National Environment Agency (NEA). Proyek kolaborasi ini mendorong industri, lembaga penelitian, dan pemerintah untuk bersama-sama menciptakan solusi yang inovatif.

Inovasi untuk Mengubah Local Energy Value Chain (Rantai Nilai Energi Lokal)
Saat ini, perusahaan seperti Schneider Electric udah bekerja sama dengan kota-kota dan penyedia utilitas listrik di seluruh dunia untuk membuat segala hal di perkotaan menjadi saling terhubung dengan informasi dan jaringan listrik yang luas, mulai dari jaringan listrik dan air, hingga pipa saluran pembuangan, bangunan, dan kendaraan di jalan.

Contohnya adalah Arsitektur EcoStruxure dari Schneider Electric, sebuah platform terbuka dan interoperable yang memaksimalkan manfaat dari Internet of Things (IoT). EcoStruxure menyediakan kesempatan bagi kota-kota untuk mengembangkan infrastruktur energinya dengan cara yang sesuai dengan rencana pembangunan berkelanjutannya masing-masing. Tekonologi ini mengintegrasikan fasilitas, aplikasi serta sistem untuk menciptakan analisis yang prediktif dan komunikasi sehingga memudahkan sebuah pengambilan keputusan yang cepat dan optimasi investasi untuk jangka panjang.

Ide Kota Pintar yang Cerdas, dari Asia untuk Asia
Beberapa inisiatif kota cerdas yang telah terbukti sukses di Asia tentu memberikan angin segar tersendiri untuk menjawab tantangan urbanisasi di seluruh wilayah. Yang terpenting, dalam pengembangan kota cerdas dibutuhkan kesinergisan antara pemerintah dan mitra yang memahami dinamika kota setempat dan pengalaman terbaik di tingkat domestik maupun internasional.

Tommy, selaku president East Asia and Japan at Schneider Electric menambahkan, Schneider Electric hadir sebagai mitra yang memiliki jaringan komersial yang matang di seluruh dunia, dan menawarkan pengalaman di berbagai bidang implementasi kota cerdas untuk sektor swasta maupun publik, sehingga dapat membantu mengurangi risiko dalam pengembangan kota cerdas. Meski masih banyak tantangan, ada beragam peluang kolaborasi dan integrasi untuk mempercepat proyek kota cerdas yang dapat memperkaya kehidupan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lingkungan masyarakat yang berkelanjutan.
Sumber: www.schneider-electric.com

Rangkaian Solusi Smart Home untuk Lindungi Rumah Saat Berpergian

Setiap tahunnya Musim liburan menyisakan kenangan tersendiri bagi setiap orang. Bagi gue sendiri, di momen ini gue bisa sedikit bersenang-senang dan refreshing dari rutinitas sehari-hari–iya walaupun beberapa diantara dari kita hanya mengisi liburan dengan hanya berdiam diri di rumah dan tidak berpergian kemana-mana.

Banyak orang yang memanfaatkan momen liburan untuk berpergian dalam jangka waktu yang lama. Nayoritas dari mereka ternyata berpergian dengan durasi waktu yang cukup lama, 4-12 hari. Ninggalin rumah kosong selama itu di kota besar? Beresiko banget ga sih?

Menurut data Pusat Informasi Kriminal Nasional POLRI, di tahun 2016 lalu secara nasional jumlah kasus pencurian dengan pemberatan menempati posisi tertinggi sebanyak 2.816 kasus. Yang dimana, modus pencurian paling banyak adalah ketika musim lebaran saat rumah kosong ditinggal penghuninya. Belum lagi resiko bahaya akibat arus pendek listrik (re:korsleting)  yang sering kejadian kalau kita ngga teliti ngecek kondisi aliran listrik pas mau ninggalin rumah.

Gue pun bertanya-tanya;  sebenernya ada gak sih teknologi canggih yang bisa menjaga kemanan rumah selama mudik?

Dan ternyataa Schneider Electric, sebuah perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan automasi udah menjawab itu semua. Banyak banget teknologi Smart Home Terintegrasi yang udah mereka kembangkan buat menjaga keamanan rumah kalau lagi berpergian. Teknologi ini menurut gue sangat keren karena sudah menggunakan sistem automasi dan terintegrasi, jadi bakalan mudah banget pengawasan dan pengontrolan jarak jauhnya via gadget. Selain itu, teknologi ini sederhana dan easy-to-use dengan tidak megesampingkan kualitasnya.

Nah ini dia nih 5 teknologi Smart Home Terintegrasi dari Schneider Electric:

Sensor Okupasi
Beberapa orang terkadang lupa matiin lampu ketika keluar rumah. Akibatnya, lampu rumah bisa nyala seharian siang-malam. Kondisi kayak gini selain boros listrik juga bisa mengundang aksi kejahatan karena lampu yang nyala di siang hari memberi kesan kalau sang pemilik rumah sedang tidak ada di tempat.

Nah, Sensor Okupasi bisa ngebantu kita karena teknologi ini bisa menyalakan ataupun mematikan lampu secara otomatis dengan cara mendeteksi gerakan dalam ruangan. Schneider Electric ini punya beragam solusi sensor okupansi diantaranyaa: NEO, ZENcelo dan Argus yang masing-masingnya memiliki fungsi dan kelebihannya masing-masing.

Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection (RCBO) 
Selain lupa matiin lampu, beberapa orang juga terkadang lupa buat memeriksa ataupun mencabut stopkontak peralatan listrik yang gak-kepake. Kondisi kayak gini beresiko menimbulkan arus pendek listrik (re:korsleting) yang bisa  terjadi kapan aja tanpa terdeteksi, apalagi kalau kondisi rumah lagi kosong.

Teknologi RCBO berfungsi melindungi rumah dan penghuninya dari kerugian materi bahkan nyawa akibat hubungan pendek arus listrik. RCBO sendiri merupakan gabungan antara fungsi MCB dan ELCB. Jadi, selain memutus arus listrik kalau terjadi hubungan pendek arus listrik, RCBO juga memutus arus litrik ke tanah sehingga melindungi rumah dan seluruh isinya (bahkan penghuninya kalau lagi di tempat) dari sengatan listrik.

Lighting Control
Teknologi ini merupakan pemanfaatan teknologi dan Internet of Things untuk mengkoneksikan antar perangkat rumah secara otomatis. Dengan teknologi ini, kita bisa nyalain dan matiin lampu rumah kita dari jarak jauh hanya via gadget dimanapun kita berada saat itu juga. Selain itu, kita juga bisa mengatur jadwal otomatis untuk nyalain/matiin lampu supaya menghemat penggunaan listrik. Bahkan, teknologi ini juga bisa diterapkan buat mengontrol TV dan AC di rumah loh.

Schneider Electric pun punya serangkaian solusi yang sangaat beragam dari yang ekonomis dan sederhana, contohnya EZinstall3 Mini Home Control. Sampai yang lebih canggihnya yaitu Wiser.

CCTV
Salah satu resiko terbesar saat ninggalin rumah pas berpergian adalah resiko kemalingan. Nah salah satu sistem keamanan yang  tepat buat ngatasin hal ini adalah dengan memasang CCTV yang bisa mantau kondisi rumah 24 jam non-stop-seharian dan bisa di control via gadget.

Schneider Electric punya brand CCTV yang keren yaitu Pelco, teknologi ini bisa merekam keadaan dengan kualitas gambar tinggi dan menjangkau area yang luas walaunpun cuma menggunakan satu kamera aja.

Entrance Control System sekaligus Touch Screen Indoor Station
Teknologi terbaru dari Schneider Electric yaitu Xightor Pro Video Door Phone System bisa mempermudah pememantauan dan komunikasi dengan setiap orang yang mungkin datang ke rumah saat kita lagi bepergian. Hebatnya, walaupun kita lagi ngga di rumah, kita tetep bisa mantau kondisi rumah via gadget. Tekonologi ini juga diintegasikan dengan CCTV ataupun intrusion alarm yang bisa memastikan keamanan rumah 24 jam.





Nah teknologi-teknologi canggih dan modern dari Schneider Electric ini menurut gue emang tepat banget sih buat menjawab ketakutan dan kekhawatiran bagi orang-orang  yang mau berpergin berhari-hari. Dan gue pun menyadari kalau masa depan udah ada di depan mata, Life is On :).

Sumber: www.schneider-electric.com

Sunday, 23 July 2017

Hadiah Gratis dari LIFULL? MAU!!



Holaaa, sudah lama tidak menulis di blog dan saat ini gue kembali nge-blog sebagai seorang mahasiswi teknik yang sedang libur panjang dan terkadang tidak tahu harus ngapain sehingga membuat gue merenung. Salah satu hal yang membuat gue merenung di libur panjang kali ini adalah; ketika nanti mulai kuliah lagi, gue bakalan jadi senior yang lebih tua lagi. And surprisingly (halah) ternyata bentar lagi gue mamasuki tahun ke-tiga di dunia perk uliahan. Makin ke atas, artinya tanggung jawab gue makin besar dong.


  • But 'live your life to the fullest'. Sejauh ini gue sangat bersyukur dan mau lebih memaknai kehidupan perkuliahan gue dengan lebih serius dikelas, belajar biar dapet jodoh IP yang cakep, sebisa mungkin ikutan lomba dan lancar kegiatan organisasinya, dan bisa lebih bermanfaat bagi orang lain, aamiin.

Memasuki tahun ke-tiga masa perkuliahan ini, gue pun mulai menjiwai berbagai karakter/sikap/sikap/perilaku yang biasanya dimiliki oleh seorang mahasiswa. Mulai dari begadang buat ngerjain tugas, balik malem karena rapat atau sekedar datang ke sebuah acara, pusing karena UAS dan tugas, nyari makan di warteg biar hemat, sampe yang namanya gercep banget kalo dengar kata-kata GRATIS.

NAH di sela-sela masa kejombloan perkuliahan gue kemarin, akhirnya gue mengenal sebuah web yang sangat amat menarik buat mahasiswa, terutama buat kita-kita yang bahagia banget sama yang namanya snack dan produk kecantikan dan juga tentunyaaa hadiah gratis.

Sebuah web yang cukup membahagiakan gue tersebut adalah  www.lifull-produk.id. LIFULL produk ini adalah website-nya bagi para pecinta produk snack & beverage dan juga berbagai macam produk kecantikan/kosmetik. Dengan membernya yang saat ini berjumlah sekitar 55.000 pengguna, LIFULL produk bisa ngasih kita informasi mengenai review produk favorit kita. Selain itu, situs ini  juga memberikan kesempatan bagi seluruh membernya untuk mendapatkan berbagai hadiah gratis berupa snack & beverage dan kosmetik yang ditawarkan.

Sejak pertama kali ketemu sama web LIFULL produk, gue langsung daftar member dan ternyata gampang banget loh langkah-langkahnya. Waktu itu gue sempet daftar buat dapetin hadiah gratis produk Oishi Pillow Thin dan beruntung karena gue jadi salah satu orang yang berhak dapetin hadiah gratis. 

Yuhuuuuu ada Amalia Pradipta di sanaa

Cara daftarnya tinggal klik-klik ngga nyampe 5 menit dan tungguin pengumuman pemenangnya. Ohiya daftar juga produk-produk lainnya yaa, makin banyak daftar artinya makin banyak juga hadiah gratis yang bisa kita dapetin.

Penasaran gaksih pengen dapetin hadiah gratis juga secepet itu??? NAH disini gue ada foto dan video tutorial singkat cara dapetin hadiah gratis dari lifull blog. 

Pertama, masuk dulu ke websitenya di www.lifull-produk.id. Kemudian pilih kategori hadiah yang diinginkan.

Kedua, pilih hadiah yang diinginkan.

Ketiga, klik pada tulisan "KLIK UNTUK MENDAPATKAN HADIAH"
Terakhir, log in dengan akun facebook/mendaftar akun terlebih dahulu. Kemudan ikuti langkah-langkah selanjutnya.
Kalian juga bisa liat tutorialnya dari video dibawah ini:




Yuklah segera ikutin langkahnya dan dapetin hadiah gratis dari lifull!

Selain dari website www.lifull-produk.id kita juga bisa dapetin info seputar hadah gratis dari LIFULL blog melalui fanpagenya di @LIFULLhadiahBeauty dan @LIFULLhadiahsnack dan juga Instagram di @LIFULLhadiah. Jadii, jangan lupa follow akun-akun tersebut buat update info terbaru seputar hadiah gratis dari LIFULL produk.

Akhir kata, sekian post gue kali ini dengan menyandang status sebagai mahasiswi, love u!!

Monday, 3 July 2017

#4

-Sebuah post yang tertunda cukup lama (lama bgt malah)-


Rumah #4

Aku kembali menyusun sepatu dan sandal pada rak sepatu di halaman depan. Piring, mangkuk, dan gelas pada tempatnya setelah ku cuci. Dan juga berbagai macam mainan yang tergeletak di lantai. Aku kembali berbenah.

Aku ingin sedikit bercerita tentang seorang adik kecil.

Kemarin pagi, adik kecil datang membawa puzzle yang bergambar salah satu tokoh kartun. Ia menyusunnya dengan telaten, sambil bercerita dengan semangat tentang tokoh itu. Kemudian berlanjut dengan puzzle bergambar lainnya, ia terus asik menyusun dan bercerita. Kemudian ia bernyanyi, menari, dan berlari kesana kemari. Adik kecil yang pintar, ia menjelaskanku banyak hal. Tentang kucingnya yang loreng tiga, tentang ibunya yg hebat, juga tentang neneknya yang sangat ia sayangi. Aku diam menyimaknya, sesekali tersenyum dan mengangguk takjub -yang membuatnya semakin percaya diri.

Siang hari menuju petang, nampaknya ia mulai lelah, ia berulang kali menatap ke jendela. Langit telah mengisyaratkan senja dan ia harus segera pulang, katanya. Aku cukup tenang karena ia mengerti -bahwa tidak baik bermain hingga langit gelap. Tapi lebih khawatir lagi, kemana ia akan pergi? Aku bahkan lupa untuk sekadar bertanya padanya; "rumahmu di mana?".

Saat itu sudah hampir malam, apakah ia akan baik-baik saja? Ia pulang, atau kemana? Tapi aku juga harus tetep di sini, menjaga rumahku..

Adik kecil, terimakasih sudah mau datang! :) Aku bahagia, rumahku kemarin ramai dan berisik dengan canda tawa, dengan suara-suara bahagia. Maaf hanya ada air putih dan teh hangat yang katamu terlalu manis. Terimakasih karena telah mengisi rumahku dengan suara-suara bahagia! Sukses dengan duniamu, di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja! :) Semoga waktu berlalu dengan baik dan Allah SWT menjawab segala doa dan pintamu, dan juga pintaku. Selamat mencari kebahagiaanmu, aku memang harus mengerti.. Dan aku akan tetap menjadi diriku, yang akan berusaha agar lebih baik dari diriku hari ini, pasti.

-Agustus/September 2016-


Ternyata tulisan ini sudah lama sekalii. Tapi kusuka jadi dipost dengan sedikit editan hehe.

Tentang Apa yang Kita Miliki

Well, hallo assalamualaikum… :) Ya jadi, semakin dewasa ini gue makin menyadari bahwa rezeki dan apapun yang kita miliki asalnya ada...